Sistem Informasi Desa

Sistem Informasi Desa dan Kelurahan, Sistem Informasi Desa Berbasis Web, Pemasaran Potensi Desa, Cara Meningkatkan Ekonomi Desa Atau Kelurahan, Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Via Internet, Meningkatkan Ekonomi Desa Berbasis Web, Meningkatkan Ekonomi Desa Berbasis Pertanian, Meningkatkan Ekonomi Desa Bumdes, Meningkatkan Ekonomi Desa Digital, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Wisata, Cara Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa, Jurnal Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa, Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Di Masa Pandemi Ini, Meningkatkan Ekonomi Desa UMKM

Hubungi Kami untuk SOLUSI MENINGKATKAN EKONOMI DESA dengan Sistem Informasi DESA :


Kelembagaan Ekonomi Pedesaan dalam Konsep Desa Ekologis (seri WKR-3)

Kelembagaan Ekonomi Pedesaan dalam Konsep Desa Ekologis (seri WKR-3)

Memahami konsep Ekonomi pedesaan

Ekonomi pedesaan memiliki kemiripan prinsip dan nilai dengan ekonomi kerakyatan telah menjadi pembicaraan yang cukup lama, baik di kalangan organisasi masyarakat sipil, para ekonom progresif dan juga di sebagian internal pemerintahan sendiri. Banyaknya pembicaraan tentang ekonomi kerakyatan ini sebagian besar berhenti pada dokumen konsep yang belum pernah terealisasi dalam praktik secara konprehensif. Apalagi dalam sebuah gerakan yang massif.

Jika kita cermati lebih jauh, sebenarnya ada 3 sistem yang sering menjadi pembicaraan dan memiliki relasi/keterhubungan yang sangat erat antara sistem ekonomi pedesaan – ekonomi kerakyatan dan – ekonomi pancasila. Dikatakan memiliki keterhubungan, karena ada beberapa kesamaan nilai dan prinsip yang menjadi dasarnya terkandung di ketiga sistem tersebut walaupun dalam penjabaran pelaksanaannya di lapangan akan ada perbedaan spesifik.

Ekonomi Pancasila yang secara konstitusional merupakan konsep ekonomi Negara Indonesia mendasarkan nilainya pada 5 sila yang ada di pancasila, dimana didalamnya memiliki unsur: Teologi, humanity, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. dalam praktiknya, sistem ekonomi pancasila ini tidak dijalankan secara serius oleh para pemangku kebijakan, karenanya tidak mengherankan kemudian terjadi kontradiksi antara konsep dan praktek. Sebagai contoh, ketimpangan penguasaan lahan yang banyak terjadi saat ini, sangat kontradiksi dengan asas ”keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kejadian tindakan kekerasan fisik dan non fisik oleh Negara dalam praktek penguasaan dan pengelolaan sumber-sumber ekonomi oleh masyarakat kontradiksi dengan nilai “kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Pada Ekonomi Kerakyatan, kelima asas yang ada di ekonomi pancasila menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem ekonomi kerakyatan, dengan penekanan khusus pada unsure kerakyatan dari 5 unsur yang ada pada sistem ekonomi pancasila.

Munculnya kembali perbincangan tentang ekonomi kerakyatan, mengingatkan kita pada peristiwa krisis moneter 1998 yang telah memporak porandakan ekonomi global termasuk Indonesia. Hantaman badai krisis tersebut menghentakkan banyak pihak akan rapuhnya fondasi ekonomi nasional yang ditopang oleh sistem ekonomi neoliberal. Disaat banyak korporasi besar tumbang oleh badai tersebut, eksistensi usaha kecil menengah yang banyak digawangi oleh masyarakat kecil (UMKM) tidak terlalu terpengaruh, hal ini ditengarai karena pengaruh dari sifat dan karakter ekonomi kerakyatan yang dalam prakteknya lebih moralistik, demokratik, dan mandiri.

Secara definitif, ekonomi kerakyatan dapat dimaknai sebagai sistem ekonomi nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, di mana produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau pengendalian anggota-anggota masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan jalannya roda perekonomian (Baswir, 2008).

Adapun  Guru Besar, FE UGM (alm) Prof. Dr. Mubyarto, menjelaskan ekonomi kerakyatan itu sebagai sebuah sistem ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring (network) yang menghubung-hubungkan sentra-sentra inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya jejaring pasar domestik diantara sentra dan pelaku usaha masyarakat.

Pilar Ekonomi Kerakyatan

Dalam upaya perwujudan ekonomi kerakyatan, terdapat pilar–pilar yang harus ditegakkan demi demokratisasi ekonomi. Adapun beberapa pilar ekonomi kerakyatan tersebut sebagaimana telah diulas di portal-ilmu.com meliputi:

Peranan vital negara (pemerintah)

Negara sebagai pihak yang berwenang dalam menata kehidupan masyarakat berperan penting dalam mengatur jalannya roda perekonomian. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus turut berperan dalam menjamin kemakmuran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya penindasan masyarakat yang mungkin dilakukan oleh segelintir orang yang berkuasa.

Efisiensi ekonomi berdasarkan keadilan, partisipasi, dan keberlanjutan

Sistem ekonomi kerakyatan sama sekali bukan sistem ekonomi yang anti pasar. Dalam sistem ini, pasar tetap harus berjalan, namun dibarengi dengan adanya upaya perwujudan keadilan bagi efisiensi pasar, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan pasar atau sistem itu sendiri.

Mekanisme alokasi melalui perencanaan pemerintah, mekanisme pasar, dan kerjasama (kooperasi)

Dalam sistem ekonomi kerakyatan juga berlangsung mekanisme alokasi, kecuali untuk cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Pengalokasian ini tetap di dasarkan pada mekanisme pasar dan atau koperasi.

Pemerataan penguasaan faktor produksi

Substansi utama dalam sistem ekonomi kerakyatan adalah bagaimana berlangsungnya pemerataan terhadap penguasaan faktor produksi. Karenanya, dibutuhkan adanya proses sistematis untuk mendemokratisasikan penguasaan faktor-faktor produksi atau peningkatan kedaulatan ekonomi rakyat.

Pola hubungan produksi kemitraan, bukan buruh-majikan

Salah satu karakter utama dari ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi juga dapat dilihat dari ketiadaan watak individualistis dan kapitalistis dalam kegiatan ekonomi masyarakatnya. Jadi, dalam kegiatan ekonomi, yang ada adalah pola hubungan kemitraan, dan bukannya hubungan layaknya buruh dan majikan.

Dan terakhir berkaitan dengan sistem Ekonomi Pedesaan, dimana unsure dasarnya sebagian besar mengacu pada sistem ekonomi kerakyatan dengan penekanan khusus pada lingkup masyarakat pedesaan yang masing-masingnya memiliki ciri khas spesifik.

Dengan dasar pemahaman ekonomi pancasila dan ekonomi kerakyatan, maka ekonomi pedesaan dalam konsep desa ekologis dapat kita fahami sebagai sebuah gerakan ekonomi masyarakat pedesaan yang memiliki landasan umum etik, demokratik dan mandiri dalam pelaksanaannya. Yang dapat diterjemahkan sebagai berikut:

Landasan etik, merupakan landasan nilai atau moral baik berkaitan dengan nilai universal kemanusiaan, lingkungan hidup maupun nilai masyarakat setempat sendiri.

Demokratik, dimana konsep ekonomi yang dijalankan dilandasi asas keterbukaan dan kekeluargaan melalui proses musyawarah-mufakat ala masyarakat pedesaan.

Sedangkan asas mandiri, untuk menegaskan kembali praktik kemandirian masyarakat desa yang kini mulai banyak pudar. Cukup banyak contoh konsep kemandirian masyarkat desa seperti: pola kerja gotong royong, konsep pemukiman yang menyatu dengan sistem pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga, lumbung pangan sebagai upaya mempertahankan keamanan pangannya, Dll. Dan bagian penting dari asas kemandirian ini juga adalah potensi yang dimiliki oleh masyarakat baik dalam bentuk komoditi, geografis, sosial-budaya maupun sumber daya manusia sebagai dasar pengembangannya.

Pilihan strategis kelembagaan ekonomi masyarakat desa

Pelembagaan usaha ekonomi masyarakat di pedesaan dipandang penting dalam perspektif bangunan kedaulatan ekonomi masyarakat desa, salah satunya untuk memperkuat daya saing dan daya tawar objek ekonomi masyarakatnya.

Pelembagaan ini juga menjadi kebutuhan riil di lapangan, ditengah penguasaan sumber-sumber ekonomi masyarakat oleh korporasi hingga ke wilayah pedesaan. Tingkat ketergantungan yang besar ini, tentu akan menggerus aspek kedaulatan rakyat yang menjadi tujuan utamanya.

Jika mengacu pada prinsip, nilai dan peluang untuk pengembangan ekonomi di pedesaan secara terlembaga, maka ada 2 (dua) pilihan bentuk strategis yang dapat dikembangkan oleh masyarakat pedesaan, yakni:

BUMDES (Badan Usaha Milik Desa/Nagari/ kampung) yang dasar pembentukannya sudah cukup lengkap mulai dari undang-undang, peraturan pelaksananya, hingga kebijakan teknis operasional seperti dengan lahirnya UU 6 tahun 2014 tentang desa, UU 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, PP 43 tahun 2014 dll.

Koperasi yang secara institusional merupakan badan hukum usaha yang diakui bukan hanya oleh Negara, tapi juga oleh dunia, dimana koperasi juga telah memiliki organisasi internasionalnya yakni ICA (International Cooperative Alliance).

Kedua bentuk kelembagaan usaha ini memiliki kecocokan untuk diterapkan di wilayah pedesaan dengan alasan: a). Memiliki landasan konstitusional dan hukum yang jelas dan tegas; b). Termaktub dengan jelas dalam kebijakan pemerintah baik di tingkat nasional, daerah hingga ke pemerinatahan desa. Posisi ini memungkinkan pemerintah dapat memperkuat posisi kedua bentuk lembaga usaha tersebut melalui program-programnya baik jangka pendek-menengah serta jangka panjang, dan c). Kedua bentuk kelembagaan tersebut mensyaratkan dengan tegas keterlibatan warga sebagai pelaku aktif di dalamnya.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, terkadang kita jumpai perbedaan pandangan dalam melihat posisi BUMDES dan Koperasi serta strategi implementasinya.  Perbedaan tersebut bisa jadi karena dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya: 1). Pemahaman atas kedua bentuk kelembagaan oleh masing-masing orang dan komunitas yang juga tidak seragam; 2). Adanya kelebihan dan kekurang dari kedua bentuk kelembagaan tersebut yang mempengaruhi kecenderungan orang dan/atau komunitas dalam menentukan pilihan; 3). Situasi kontekstual di wilayah masing-masing yang disebabkan oleh adanya dinamika politik di desa, adanya pengalaman penyimpangan praktik serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Jika sudah memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bentuk kelembagaan usaha tersebut, maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah masyarakat harus memilih salah satu diantara keduanya ataukan bisa kedua-duanya dijalankan?

Untuk aspek yang sangat dipengaruhi oleh situasi kontekstual (sosial, politik, ekonomi dan geografis) di masing-masing wilayah, maka pilihan atas bentuk kelembagan usaha masyarakat tersebut tentunya (juga) sangat kontekstual. Sehingga pilihan BUMDES atau KOPERASI atau BUMDES dan KOPERASI menjadi opsi yang dapat dipilih secara merdeka oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan situasi setempat, sepanjang pilihan tersebut didasarkan atas kesadaran dan pemahaman yang utuh.

Namun demikian, berdasarkan karakteristik dari kedua lembaga ekonomi tersebut dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka jika dapat disinergikan dengan menjalankan keduanya, akan memiliki daya gedor yang cukup kuat untuk mempercepat pencapaian tujuan, dan hal ini sangat memungkinkan jika melihat kembali aspek keselarasan tujuan utama dari keduanya.

Untuk menghindari overlap peran dan fungsi yang bisa berdampak buruk, maka pada tahap perencanaan operasional, kedua bentuk lembaga ekonomi masyarakat ini harus melakukan pembagian peran yang jelas dan tegas. Sebagai contoh, jika BUMDES bergerak di penguatan produksi komoditi (hulu), maka koperasi bisa memperkuat sektor hilirnya, dengan melakukan diversifikasi atau hilirisasi produk. Pun halnya jika koperasi memainkan perannya di hulu, maka BUMDES akan berperan di hilir. Dengan pola seperti ini, maka diharapkan pondasi ekonomi masyarakat desa akan lebih kokoh.

Sumber : https://www.walhi.or.id/kelembagaan-ekonomi-pedesaan-dalam-konsep-desa-ekologis-seri-wkr-3

Posting Komentar untuk "Kelembagaan Ekonomi Pedesaan dalam Konsep Desa Ekologis (seri WKR-3)"

KONSULTASI FENGSHUI RUMAH DAN TEMPAT USAHA

JasaFengShuiRumah.com

Meningkatkan Keberuntungan Hidup dengan Feng Shui: Langkah Cerdas untuk Masa Depan yang Lebih Baik


Apakah Anda pernah merasa bahwa ada sesuatu yang menghalangi kesuksesan Anda, meskipun sudah bekerja keras?

Meskipun anda telah melakukan semua cara yang orang lain lakukan dan sukses, namun tidak berhasil dalam kehidupan anda?


Mungkin ada energi negatif yang tersembunyi di lingkungan Anda yang perlu diubah.


Feng Shui adalah seni kuno yang bisa membantu Anda membuka pintu rezeki, meningkatkan keharmonisan keluarga, dan membawa kebahagiaan dalam hidup Anda.


Mengapa Feng Shui?

Feng Shui telah digunakan selama ribuan tahun untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam lingkungan hidup.

Prinsip-prinsip Feng Shui dapat membantu mengalirkan energi positif (Chi) di rumah atau tempat usaha Anda, sehingga memberikan manfaat seperti:

  • Kesuksesan Karier: Menciptakan ruang kerja yang memotivasi dan mendukung ambisi Anda.
  • Keharmonisan Keluarga: Mengurangi konflik dan meningkatkan kebahagiaan dalam rumah tangga.
  • Kesehatan yang Lebih Baik: Menata ruang agar tubuh dan pikiran Anda merasa lebih seimbang dan sehat.
  • Keberuntungan Finansial: Meningkatkan potensi rezeki dengan menyesuaikan tata letak dan elemen rumah Anda.


Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Dengan menggunakan jasa Feng Shui kami, Anda akan mendapatkan:

  • Konsultasi Mendalam: Pakar Feng Shui kami akan mengunjungi lokasi Anda untuk menganalisis aliran energi dan memberikan solusi yang tepat.
  • Rencana Penataan Spesifik: Anda akan mendapatkan panduan penataan ruang yang spesifik, disesuaikan dengan kebutuhan pribadi Anda.
  • Dukungan Berkelanjutan: Kami akan membantu Anda dalam setiap langkah, memastikan bahwa Anda merasa nyaman dengan perubahan yang diterapkan.


Cerita Sukses Pelanggan Kami

Banyak dari klien kami yang telah merasakan perubahan positif setelah menggunakan jasa Feng Shui.

Contoh kasus: seorang pengusaha di Surabaya yang mengalami peningkatan pendapatan hingga 50% setelah mengikuti saran dari pakar Feng Shui kami.


Siap Meningkatkan Keberuntungan Anda?

Jangan biarkan energi negatif menghalangi kesuksesan Anda. Dengan penataan yang tepat, Anda bisa meraih apa yang selama ini Anda impikan. Hubungi kami sekarang dan buktikan sendiri manfaat dari Feng Shui!




BAGAIMANA MENARIK HOKI DAN REJEKI DARI RUMAH TINGGAL ANDA SAAT INI JUGA

Siapa sangka, hanya dengan memindahkan cermin di ruang tamu, energi negatif di rumah Lisa langsung berubah, dan dalam waktu satu bulan, hidupnya berubah total.

Lisa adalah seorang wanita pekerja keras yang tinggal di Surabaya, bersama suami dan dua anaknya. Selama bertahun-tahun, hidup Lisa terasa berjalan di tempat. Meski bekerja tanpa henti, keluarganya sering mengalami ketegangan, dan masalah keuangan terus muncul tanpa alasan yang jelas. Mereka berusaha mengubah banyak hal, mulai dari cara mengelola keuangan hingga mencoba berbagai solusi praktis. Namun, tidak ada yang benar-benar berhasil.

Suatu hari, dalam sebuah acara keluarga, Lisa mendengar tentang Feng Shui dari seorang sepupunya. Sepupu Lisa bercerita bahwa setelah ia mengubah tata letak di rumahnya dengan bantuan seorang ahli Feng Shui, hidupnya menjadi lebih lancar. Mendengar cerita itu, Lisa menjadi penasaran. Meskipun awalnya skeptis, ia memutuskan untuk mencoba.

Lisa pun mengundang seorang ahli Feng Shui profesional dari Surabaya untuk berkonsultasi. Sang ahli mengunjungi rumahnya, memperhatikan setiap sudut, dan kemudian berkata, “Energi di rumah ini terhambat. Salah satu penyebab utamanya adalah cermin yang dipasang di ruang tamu.”

Cermin itu tampaknya sepele—diletakkan di sebelah sofa, berhadapan langsung dengan pintu masuk. Lisa tak pernah menyangka bahwa benda yang sehari-hari ia lewatkan bisa menjadi sumber masalah. Menurut ahli Feng Shui, posisi cermin tersebut memantulkan energi positif yang masuk ke rumah dan membuangnya kembali, sehingga rumah tidak pernah benar-benar dipenuhi oleh energi baik.

"Bagaimana jika kita memindahkan cermin ini ke dinding lain?" kata sang ahli. Ia juga memberi beberapa saran lain, seperti mengubah arah meja makan dan menambahkan elemen kayu di sudut tertentu untuk meningkatkan aliran energi rezeki.

Dengan mengikuti saran tersebut, Lisa mulai mengubah tata letak rumahnya. Hanya dengan sedikit usaha, cermin itu dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Pada awalnya, tidak ada perubahan yang mencolok. Namun, dalam beberapa minggu, Lisa mulai merasakan perbedaannya.

Ketegangan yang sebelumnya sering terjadi di rumah mulai mereda. Anak-anak yang sebelumnya sering bertengkar, tiba-tiba menjadi lebih tenang dan akur. Lisa sendiri merasa lebih nyaman dan rileks saat berada di rumah. Yang paling mengejutkan, dalam waktu satu bulan, bisnis yang dikelola suaminya yang sebelumnya mengalami penurunan mulai menunjukkan kemajuan. Tiba-tiba ada banyak pesanan yang datang, bahkan beberapa tawaran kerja sama bisnis baru.

Lisa tak percaya bahwa semua ini bisa terjadi hanya karena memindahkan sebuah cermin. Ia menyadari bahwa Feng Shui bukan hanya tentang tata letak rumah, tetapi tentang keseimbangan energi yang dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan—mulai dari hubungan keluarga hingga rezeki.

Sejak itu, Lisa semakin percaya pada kekuatan Feng Shui. Ia mulai memperhatikan bagaimana setiap elemen di rumahnya dapat mempengaruhi keseimbangan energi di dalamnya. Tidak hanya itu, ia juga merekomendasikan konsultasi Feng Shui kepada teman-teman dan kerabatnya. Banyak dari mereka yang juga merasakan perubahan positif setelah menata ulang ruang mereka.

Bagi Lisa, memindahkan cermin di ruang tamu menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya. Hal sederhana yang sebelumnya ia abaikan ternyata memiliki dampak luar biasa. Dalam waktu satu bulan, tidak hanya energi di rumah yang berubah, tetapi juga kehidupan keluarganya yang penuh dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Bagaimana Menarik HOKI dan REJEKI dari RUMAH TINGGAL (klik gambar)
.